21 May 2009

Prolog Drama Calon Pemimpin Kita

Baru-baru ini, kita telah melewati babak baru dalam drama politik di negeri ini terutama dalam hal pencalonan presiden periode 2009-2014. Sungguh penuh intrik dan kontroversi ketika fakta terkuak bahwa telah muncul 3 pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden. Saya pun cukup terkesima melihat respon dan tanggapan dari berbagai pihak mengenai deklarasi dari ketiga pasangan calon ini.

Apa yang sebenarnya menjadi buah bibir banyak orang? Banyak orang berkomentar mengenai prospek dan kredibilitas pasangan calon. Apakah mereka sabar, jujur atau bahkan munafik? Saya jadi lebih terdorong untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal ini.

Sejujurnya, saya belum tahu pasti pasangan mana yang akan saya pilih nanti saat pemiihan berlangsung. Saya pun masih terlalu canggung dan terkesan naif untuk mencari tahu siapa sebenarnya calon-calon tersebut. Saya ragu apakah media yang mempublikasikan profil dan biografi calon  benar-benar independen dan kompeten ataukah hanya  membuat petaka lain dalam benak rakyat?

Saya memang menaruh curiga kepada lembaga atau institusi lain yang memang ada kaitannya dengan para calon tersebut. Saya cukup paranoid terhadap intervensi dari calon yang memang memiliki aset besar pada lembaga itu. Sejak saat saya merasa DIBOHONGI oleh oknum media pada pemilu lalu, saya menjadi super selektif dalam menanggapi isu-isu yang beredar. Tak ayal, tak ada satu media pun yang saya jadikan patokan utama.

Saya berharap banyak ada salah satu (dan kalau bisa semuanya) bisa berbuat banyak untuk negeri ini. Toh pada kenyataannya, walaupun gagal menuju singgasana kepresidenan, calon tersebut tetap harus setia dan memiliki integritas pada janji dan ucapannya saat ini.

Sutradara selalu ingin yang terbaik untuk karyanya. Pemain, kru dan properti harus dipilih secara cermat agar efektif dan efisien. Sayangnya (dan untungnya), sutradara itu jumlahnya jutaan orang dan harus mampu memainkan peran itu dengan baik. Setidaknya, untuk beberapa bulan ke depan dalam menghadapi penentuan arah Indonesia.

2 Respon:

  1. jelek banget

    ReplyDelete
  2. bro karanganmu kurang ada maksudnya muph yach kalo terlalu nyindir soooooryyyyy buanget yach

    ReplyDelete

Merasa dipertanyakan?