11 September 2008

monologue : dilemmatic decision

hmm.

dilema? yup, tepat sekali!
bingung? ya, mungkin iya!

hal yang saya rasakan saat ini cukup membuat pening. seperti sebuah maze dengan segala tingkungan yang penuh misteri. tiap langkah begitu berharga.

tapi?

melangkah pun tidak!

huft. helaan nafas pun tidak cukup menenangkan saya yang saya rasa pribadi cukup memiliki imunitas dalam menghadang frustasi.

apa yang membingungkan?

KULIAH!

dimana? fakultas apa? mau kerja apa nanti?

seakan mendera isi hati dan logika saya. tak tahu harus kemana. tanpa direksi sedikit pun.
dan ini semakin menjadi jadi.

sial!

saya sudah cukup merasa mapan dengan pemikiran yang bebas. ditambah kehidupan yang cukup pragmatis, saya seakan hidup dalam intensitas pemikiran instan yang tinggi.

namun nampaknya konsolidasi pemikiran visioner membuat saya sedikit kalap. hhe. walaupun memang tidak sepenuhnya kontroversial dengan prinsip.

minat dan bakat seakan menjadi vektor tanpa direksi dan nilai. ditambah resultannya yang begitu penuh ambiguitas.

huft. tapi saya mencoba untuk memikirkannya juga karena (katanya) obsesi membuat orang termotivasi dalam pencapaian poin tertinggi dalam hidup. ya coba-coba, hasilnya pun tidak lain dari sebuah probabilitas tanpa arti.

yah sudahlah. terlalu melankolis bukan jiwa saya walau saya juga senang membelah diri menjadi sanguinis dan melankolis.


yang penting, menjadi manusia saja (seutuhnya)!

0 Respon:

Post a Comment

Merasa dipertanyakan?